Ahmad Baharudin Sebut Tak Dilibatkan, Bupati Tulungagung Angkat Bicara
TULUNGAGUNG (OPTIMIS) – Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin membuat heboh dengan mengeluarkan pernyataan yang dinilai menyerang Bupati Tulungagung, Gatut Sunu.
Dalam video wawancara yang dibuatnya, Ahmad Baharudin mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pemerintahan, seperti memberi pertimbangan pengisian jabatan. Baharudin juga menyinggung dugaan nepotisme dalam penempatan personel, khususnya RSUD dr Iskak. Juga sikap bupati yang disebut arogan, semua disuruh untuk mengikuti apa yang diputuskan tanpa diskusi.
Video itu menyebar luas melalui media sosial, dan menimbulkan pergunjingan di tengah masyarakat. Video itu memberi kesan ke masyarakat, hubungan bupati dan wakil bupati kurang harmonis.
“Tidak ada masalah personel antara Ahmad Baharudin dan Gatut Sunu,” ujar Baharudin saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026). Lanjutnya, dari sisi pemerintahan memang ada masalah pada pola komunikasi antara Bupati dan Wakil Bupati. Ketua DPC Gerindra Tulungagung ini menyebut, bupati memberlakukan satu pintu dan tidak membagi kewenangan. Padahal seharusnya ada ruang diskusi antara bupati dan wakil bupati sebelum membuat keputusan.
“Kebijakan memang mutlak di tangan bupati, tapi untuk memutuskan kan butuh diskusi. Dalam diskusi biar bisa memasukkan program usulan yang masuk lewat Wabup,” katanya.
Menurutnya, selama ini banyak usulan masyarakat yang masuk lewat wabup karena tidak bisa bertemu langsung dengan bupati. Jika wabup tidak punya akses ke perencanaan, maka tidak bisa mengakomodasi keluhan masyarakat.
“Saya tidak minta kewenangan, tidak minta ikut menata jabatan, saya hanya ingin bisa memberi masukan,” tegasnya.
Serangan terbuka Ahmad Baharudin ini adalah yang kedua disampaikan ke publik.
Karena merasa tidak dibutuhkan bupati, sosok pengusaha konveksi ini memilih fokus pada tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) wakil bupati, yaitu pengawasan program pemerintah. Jika ada hal yang dianggap tidak beres dalam pelaksanaan program, Baharudin akan menyurati bupati.
Tanggapan Bupati
Menanggapi serangan, Bupati Gatut Sunu Wibowo, mengaku menghormati semua pendapat Ahmad Baharudin.
“Tidak apa-apa, kami menghargai saja. Kami sabar, tidak apa-apa,” ucapnya.
Menurutnya, selama ini komunikasi dengan wakil bupati tetap berjalan.
Gatut Sunu menghormati pendapat wakil bupati yang mengaku membawa usulan masyarakat.
Namun terkait tudingan nepotisme, menurutnya tudingan itu hanya asumsi semata.
“Itu kak Pak Wabup. Sebagai kepala daerah saya menghormati pendapat wakil bupati,” tegasnya.
Gatut Sunu menanggapi tudingan bersikap arogan dengan sabar. Menurutnya, semua akan dikembalikan ke masyarakat yang berhak menilai. Sebagai bupati, ia punya kewenangan yang sudah diatur dalam undang-undang.
“Yang pasti, tujuan saya baik, niat saya baik dan sudah sesuai aturan serta undang-undang. Mekanismenya juga sudah benar,” pungkas Gatut Sunu.
Reporter : Budi Santoso
