Di Akhir Masa Jabatan, Kepala Desa Ketanon Maksimalkan Pembangunan Infrastruktur dan Pelayanan Warga Hingga 2027
TULUNGAGUNG (OPTIMIS) – Pemerintah Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung terus memaksimalkan berbagai program pembangunan yang telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu. Menjelang berakhirnya masa jabatan kepala desa pada tahun 2027, sejumlah program prioritas mulai diwujudkan sebagai bentuk komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Desa Ketanon, Masrur S.Ag, bersama perangkat desa serta lembaga kemasyarakatan yang ada di desa tersebut terus berupaya mengoptimalkan penggunaan anggaran yang selama ini diperoleh dari berbagai sumber. Anggaran tersebut di antaranya berasal dari Dana Desa (DD), Bantuan Keuangan Khusus (BKK), serta Pendapatan Asli Desa (PAD) yang dikelola secara bertahap untuk mendukung pembangunan desa.
Berbagai program pembangunan yang telah direncanakan sebelumnya kini mulai menunjukkan hasil yang nyata. Salah satu yang paling terlihat adalah pembangunan infrastruktur jalan desa berupa pavingisasi di sejumlah akses jalan masuk perkampungan hingga jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU). Pembangunan tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga serta meningkatkan kenyamanan lingkungan desa.
Selain peningkatan jalan desa, pemerintah Desa Ketanon juga melaksanakan pembangunan saluran pematusan atau drainase di sejumlah titik yang berada di sekitar permukiman warga. Pembangunan ini dilakukan untuk mengantisipasi genangan air saat musim hujan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan desa.
Sejumlah pembangunan tersebut tidak dilakukan secara sepihak oleh pemerintah desa. Seluruh program telah melalui proses perencanaan yang matang melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) maupun rembuk desa yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Dalam forum tersebut, warga, tokoh masyarakat, dan lembaga desa turut memberikan masukan terkait prioritas pembangunan yang dianggap paling dibutuhkan masyarakat.
Seorang tokoh masyarakat Desa Ketanon menilai bahwa pembangunan yang dilakukan saat ini merupakan hasil dari aspirasi warga yang disampaikan melalui forum musyawarah desa. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan membuat program pembangunan menjadi lebih tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.
Di sisi lain, Kepala Desa Ketanon Masrur S.Ag disebut terus berupaya memaksimalkan program pembangunan yang telah direncanakan hingga akhir masa jabatannya. Ia memandang bahwa pembangunan desa bukan hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain fokus pada pembangunan infrastruktur jalan dan drainase, pemerintah desa juga melakukan penataan ulang fasilitas pelayanan publik yang berada di Balai Desa Ketanon. Renovasi dilakukan guna menciptakan ruang pelayanan yang lebih nyaman, tertata, dan representatif bagi masyarakat yang datang untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi maupun kegiatan desa lainnya.

Balai Desa Ketanon sendiri merupakan bangunan lama yang telah berdiri sejak era Orde Baru. Bangunan tersebut pertama kali digunakan pada masa kepemimpinan almarhum Ansor sebagai kepala desa, kemudian dilanjutkan oleh almarhum Sutaji dan almarhum Suyanto. Hingga kini bangunan tersebut masih dipertahankan sebagai bagian dari sejarah pemerintahan desa, namun dilakukan renovasi agar tetap layak digunakan.
Seorang perangkat desa menjelaskan bahwa renovasi balai desa dilakukan dengan tetap mempertahankan struktur utama bangunan lama. Penataan interior serta fasilitas pendukung dilakukan agar balai desa dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk berbagai kegiatan masyarakat serta pelayanan pemerintahan desa.
Saat ini balai desa tidak hanya digunakan sebagai pusat kegiatan pemerintahan desa, tetapi juga menjadi tempat berbagai aktivitas masyarakat. Mulai dari rapat desa, kegiatan sosial, pelayanan administrasi, hingga kegiatan pelayanan kesehatan bagi warga.
Balai desa juga kerap digunakan sebagai lokasi penyaluran bantuan sosial dari pemerintah. Dalam beberapa kesempatan, tempat tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan pembagian bantuan sosial, kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat, hingga kegiatan sosial lainnya yang melibatkan warga desa.
Selain itu, pemerintah Desa Ketanon juga memberikan perhatian terhadap pelayanan kesehatan masyarakat melalui penyediaan mobil siaga desa. Kendaraan tersebut selalu disiagakan untuk membantu warga yang membutuhkan transportasi darurat menuju rumah sakit atau fasilitas kesehatan rujukan.
Seorang warga Desa Ketanon mengungkapkan bahwa keberadaan mobil siaga desa sangat membantu masyarakat, terutama dalam kondisi darurat pada malam hari maupun saat membutuhkan rujukan cepat ke rumah sakit. Ia menilai bahwa layanan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap kebutuhan masyarakat.
Sinergitas antara kepala desa, perangkat desa, serta berbagai lembaga yang ada di Desa Ketanon menjadi salah satu faktor utama keberhasilan berbagai program pembangunan yang telah berjalan. Kerja sama yang baik antara pemerintah desa dan masyarakat dinilai mampu menciptakan suasana pembangunan yang kondusif dan partisipatif.
Meski demikian, pemerintah desa juga menyadari bahwa dalam proses pembangunan masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu terus dibenahi. Oleh karena itu, menjelang akhir masa jabatannya, Kepala Desa Ketanon Masrur S.Ag terus berupaya menyelesaikan berbagai program yang telah direncanakan agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa.
Dengan berbagai capaian pembangunan tersebut, diharapkan Desa Ketanon dapat terus berkembang menjadi desa yang maju, tertata, serta mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakatnya.
