EkonomiPemerintah

Penyaluran Becak Listrik Bantuan Prabowo di Tulungagung Diwarnai Konvoi Tukang Becak dan Pejabat

TULUNGAGUNG (OPTIMIS) – Sebanyak 200 tukang becak berusia di atas 60 tahun menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto di Pendapa Kabupaten Tulungagung, Sabtu (10/1/2026).

Pengadaan becak ini dari dana pribadi Prabowo Subianto sebagai pendiri Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).

Bantuan ini disalurkan langsung oleh Nanik S Deyang sebagai Wakil Ketua Yayasan GSN, sekaligus Presiden Becak Listrik Indonesia.

“Hari ini 200 di Kabupaten Tulungagung, besok 200 di Kabupaten Trenggalek.”

“Lalu Malang, Surabaya, Lumajang, pokoknya kita tutup seluruh Jawa Timur lebih dulu,” ujar Nanik.

Para tukang becak ini kemudian melakukan konvoi dengan becak listrik yang baru dibagikan.

Sementara para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Tulungagung menjadi penumpangnya.

Mereka berangkat dari pendapa kabupaten, berkeliling di sekitar alun-alun dan balik ke pendapa.

“Ini adalah bagian dari 11.000 becak listrik pesanan Pak Prabowo. Sekarang Pak Prabowo sudah pesan lagi 70.000 becak listrik,” sambung Nanik.

Untuk tahap awal, Jawa Timur akan lebih dulu menerima becak listrik. Setelah Jawa Timur, bantuan becak listrik akan disalurkan ke Jawa Tengah dan Jawa Barat. Setelah Pulau Jawa selesai, bantuan akan diteruskan untuk daerah luar Jawa.

“Untuk Pulau Jawa saja diperkirakan butuh 40.000-50.000 becak listrik.”

“Untuk 70.000 pesanan itu, target tuntas di tahun 2028 karena ada keterbatasan produksi,” ucap Nanik.

Jika jumlah itu masih kurang Prabowo akan kembali memesan becak listrik buatan PT Pindad ini.

Menurut Nanik, bantuan ini lahir dari niat Prabowo yang ingin memanusiawikan para tukang becak sepuh ini.

Sebab banyak tukang becak ini yang tidak punya becak sendiri, mereka harus menyewa becak sebelum mangkal dan mencari penumpang.

“Seumur hidup mereka tidak punya aset. Pak Prabowo ingin memberikan kegembiraan dan hadiah agar mereka, di usia sepuh punya aset becak listrik seharga Rp 22 juta,” tuturnya.

Pesanan becak listrik tahap awal selesai tahun 2024, sejumlah 560 unit.

Kemudian tahun 2025 selesai di akhir tahun, sekitar Oktober-Desember hingga tersalurkan sekitar 6.000 unit. Di awal tahun 2026 ini diperkirakan akan tuntas penyaluran 11.00 unit becak listrik.

“Untuk sepanjang tahun 2026 ini, targetnya bisa tersalurkan 30.000. Kita utamakan yang lansia menerima semua,” tegasnya.

Nanik juga berjanji akan menambah lagi alokasi untuk Kabupaten Tulungagung sekitar 200 unit lagi.

Prabowo menargetkan, ke depan tidak lada lagi becak dengan tenaga manusia, terutama para Lansia. Sebelumnya para tukang becak penerima bantuan becak listrik ini sudah menerima bimbingan teknis dan latihan mengemudi pada Kamis (8/1/2026).

Becak listrik ini dibatasi dengan kecepatan 15 km/jam agar tidak membahayakan pengemudi dan penumpangnya.

Tenaga isi daya ulang (charger) sebesar 165 watt, sehingga masih memungkinkan digunakan pada rumah tangga miskin dengan daya 450 watt.

Lama isi daya ulang 3-4 jam, sedangkan jarak tempuh tergantung pada beban yang diangkut.

Bantuan becak listrik ini menjadi harapan para tukang  becak sepuh, karena selama ini mereka kalah bersaing dengan ojek daring. Dengan becak listrik, mereka berharap punya daya tarik karena menawarkan moda transportasi baru di Tulungagung.

Becak listrik mempunyai keunggulan, karena bisa mengangkut 2 orang, atau pasangan suami istri dan 1 anaknya.

Untuk angkutan barang belanja di pasar, becak listrik unggul karena daya angkutnya lebih banyak dibanding sepeda motor.

Pemkab Tulungagung juga berencana membuatkan tempat isi daya di lokasi mangkal, seperti terminal, stasiun dan pasar. Harapannya jika sewaktu-waktu kehabisan daya, para tukang becak ini tidak perlu pulang untuk isi daya ulang.

Reporter : Budi Santoso

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *